Formula perhitungan KPR BTN subsidi & non subsidi pada umumnya sama. Yang membedakan perhitungan keduanya adalah suku bunga dan uang muka. KPR subsidi juga menawarkan berbagai keringanan, salah satunya cicilan ringan. BTN sendiri menyediakan KPR subsidi program pemerintah.
Hal tersebut membuat BTN merupakan bank penyedia pinjaman properti yang diminati oleh banyak orang. BTN sendiri menyediakan simulasi KPR BTN online dan offline untuk mempermudah Anda dalam menghitung cicilan KPR bulanan. Mari mempelajari cara menghitung KPR BTN subsidi dan non-subsidi.
Apa Itu KPR Subsidi dan Non-Subsidi?
Sebelum membahas perhitungan KPR non subsidi dan subsidi, ketahui terlebih dahulu pengertian KPR subsidi dan non-subsidi.
- KPR Subsidi
KPR subsidi adalah program pembiayaan perumahan rakyat yang diselenggarakan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan bank untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). KPR subsidi bertujuan membantu MBR untuk memiliki rumah layak huni dengan harga, uang muka, dan cicilan yang terjangkau.
Rumah KPR subsidi tidak diperuntukan untuk umum dan memiliki suku bunga tetap yang relatif rendah. Uang muka KPR subsidi dibuat ringan dan tenor kreditnya bisa sampai 20 tahun. Karakteristik rumah KPR subsidi lainnya adalah harga rumah yang dibatasi sesuai dengan kebijakan pemerintah.
- KPR Non-Subsidi
KPR subsidi diperuntukan untuk masyarakat umum tanpa batasan penghasilan dan menyediakan fleksibilitas yang lebih besar dari KPR subsidi. Peminat KPR non-subsidi akan mendapatkan harga rumah, lokasi, dan spesifikasi bangunan yang lebih bervariasi. Namun, tidak ada keringanan harga yang diberikan.
Rumah KPR non-subsidi dijual dengan harga normal tanpa potongan apapun. Uang mukanya berkisar 10%-20%, tenor sekitar 25-30 tahun, dan suku bunganya bervariasi (fixed, floating, hybrid). Tidak adanya subsidi menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk membeli rumah ini lebih besar dari rumah subsidi.
Perbedaan KPR Subsidi dengan KPR Non-Subsidi
Terdapat 6 perbedaan rumah KPR subsidi dengan rumah KPR non-subsidi.
1. Harga Rumah
Harga rumah KPR subsidi lebih murah dari harga rumah KPR non-subsidi. Murahnya harga rumah KPR subsidi disebabkan oleh subsidi dari pemerintah yang membuat harga rumah tersebut bisa 50% lebih murah dari harga rumah non-subsidi. Rumah KPR subsidi ada yang hanya dijual seharga Rp 100.000.000.
2. Jenis Suku Bunga
Perhitungan KPR BTN subsidi & non subsidi bisa berbeda karena jenis interest rate yang disediakan. Suku bunga KPR BTN subsidi dipastikan fixed alias tetap selama tenor kredit. Suku bunga fixed memang lebih ramah untuk MBR. Suku bunga KPR non-subsidi bisa fixed, floating, capped, atau hybrid.
3. Tipe Rumah
Pada umumnya, tipe KPR rumah subsidi paling tinggi adalah tipe 36 dengan luas rumah 36 meter persegi. Rumah tipe 36 umumnya berisi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, dan ruang tamu atau ruang keluarga. Tipe rumah non-subsidi lebih bervariasi, di mana tidak terdapat batasan tipe rumah tertinggi.
4. Fasilitas Rumah
Rumah non-subsidi biasanya dilengkapi dengan fasilitas perumahan yang lebih lengkap dari rumah subsidi. Selain perumahannya yang lebih baik, fasilitas rumah yang disediakan juga bisa berbeda. Fasilitas yang lebih baik bisa dilihat dari kualitas bangunan, kelengkapan sarana publik, dan termasuk keamanan.
5. Lokasi Rumah
Rumah subsidi pada umumnya berlokasi jauh dari pusat kota dan cenderung berada di pinggiran kota. Lokasi yang “jauh” tersebut menyebabkan harganya bisa lebih murah dari rumah non-subsidi. Rumah non-subsidi sendiri berada di lokasi strategis yang dekat dengan pusat kota dan berbagai fasilitas publik.
6. Izin Renovasi
Pemilik rumah non-subsidi memiliki kebebasan penuh untuk merenovasi rumah setelah mereka mendapatkan izin untuk menempatinya. Pemilik rumah subsidi biasanya baru bisa merenovasi rumah setelah 2 tahun pertama pasca pembelian. Selain itu, tidak semua bagian rumah bisa direnovasi langsung.
Cara Menghitung Cicilan Rumah KPR Subsidi dan Non-Subsidi
Cara menghitung cicilan rumah KPR subsidi dan non-subsidi tidak ada bedanya. Berikut rumus menghitung angsuran KPR subsidi BTN dan KPR non-subsidinya.
- Cicilan pokok = Jumlah pinjaman / Tenor dalam bulan
- Cicilan bunga per bulan = (Jumlah pinjaman x Tingkat bunga tetap (%) x Tenor dalam tahun) / Tenor dalam bulan
- Total cicilan KPR per bulan = Cicilan pokok + Cicilan per bulan
Perhitungan KPR BTN Subsidi & Non Subsidi
Rumus menghitung cicilan rumah KPR tentu akan diterapkan dalam perhitungan KPR BTN subsidi dan non-subsidi. Berikut cara menghitung cicilan KPR rumah subsidi dan non-subsidi BTN.
1. Perhitungan KPR Subsidi
Anda ingin membeli rumah KPR subsidi seharga Rp 150.000.000. Karena merupakan rumah subsidi, DP yang disediakan hanya 1% dan suku bunganya bersifat tetap dengan nilai 5%. Tenor kreditnya adalah 20 tahun atau 240 bulan. Berapa cicilan KPR rumah subsidi BTN yang harus dibayarkan setiap bulannya?
- Harga rumah = Rp 150.000.000
- Uang muka (DP) 1% = Rp 1.500.000
- Plafon kredit = Harga rumah – DP = Rp 148.500.000
- Suku bunga (tetap) = 5%
- Tenor = 20 tahun (240 bulan)
- Cicilan pokok = Rp 148.500.000 / 240 = Rp 618.750
- Cicilan bunga = (Rp 148.500.000 x 5% x 20) / 240 = Rp 618.750
- Total cicilan KPR = Rp 618.750 + Rp 618.750 = Rp 1.237.500.
- Cicilan KPR rumah subsidi BTN yang harus dibayarkan adalah Rp 1.237.500 per bulan
2. Perhitungan KPR Non-Subsidi
Anda ingin membeli rumah KPR non-subsidi seharga Rp 500.000 dengan DP 20% dan tenor kredit 20 tahun. Jenis suku bunganya mengambang, di mana bunga pada 10 tahun bertama adalah 5% dan 10 tahun terakhir adalah 10%. Berapa cicilan KPR rumah non-subsidi BTN yang harus dibayarkan setiap bulannya?
- Cicilan KPR 10 Tahun Pertama
- Harga rumah = Rp 500.000.000
- Uang muka (DP) 20% = Rp 100.000.000
- Plafon kredit = Harga rumah – DP = Rp 400.000.000
- Suku bunga (tetap) = 5%
- Tenor = 20 tahun (240 bulan)
- Cicilan pokok = Rp 400.000.000 / 240 = Rp 1.666.666
- Cicilan bunga = (Rp 400.000.000 x 5% x 20) / 240 = Rp 1.666.666
- Total cicilan KPR = Rp 1.666.666 + Rp 1.666.666 = Rp 3.333.332
- Cicilan KPR rumah subsidi BTN pada 10 tahun pertama yang harus dibayarkan adalah Rp Rp 3.333.332
- Cicilan KPR 10 Tahun Kedua
- Harga rumah = Rp 500.000.000
- Uang muka (DP) 20% = Rp 100.000.000
- Plafon kredit = Harga rumah – DP = Rp 400.000.000
- Suku bunga (tetap) = 10%
- Tenor = 20 tahun (240 bulan)
- Cicilan pokok = Rp 400.000.000 / 240 = Rp 1.666.666
- Cicilan bunga = (Rp 400.000.000 x 10% x 20) / 240 = Rp 3.333.333
- Total cicilan KPR = Rp 1.666.666 + Rp 3.333.333 = Rp 4.999.999
- Cicilan KPR rumah subsidi BTN pada 10 tahun kedua yang harus dibayarkan adalah Rp 4.999.999
Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih detail tentang perhitungan cicilan KPR subsidi dan non-subsidi dengan melihat tabel angsuran KPR subsidi BTN dan non-subsidi yang disediakan pihak bank. Jangan ragu untuk menggunakan kalkulator dan simulasi KPR BTN yang tersedia di platform digital BTN.
Perbedaan signifikan perhitungan KPR BTN subsidi & non subsidi bisa ditemukan pada stabilitas cicilan dan suku bunganya. Masing-masing tipe rumah KPR memiliki kelebihan dan kekurangan. Bijaklah dalam memilih tipe rumah KPR sehingga cicilannya tidak akan membebani keuangan keluarga di masa depan.

