Suku Bunga Floating KPR Bikin Cicilan Naik Berapa?

Suku Bunga Floating KPR Bikin Cicilan Naik Berapa?

Suku bunga floating KPR artinya bunga mengikuti biaya dana bank setelah periode fixed habis, cicilan ikut naik atau turun sesuai pasar. Untuk pinjaman Rp500 juta tenor 20 tahun, cicilan di bunga 6% sekitar Rp3,58 juta per bulan, sedangkan jika floating naik ke 11% cicilan menjadi sekitar Rp5,16 juta. Selisihnya hampir Rp1,58 juta tiap bulan untuk jumlah pinjaman yang sama. Artikel ini tidak memakai angka promo bank mana pun, semua simulasi di bawah hanya aritmetika anuitas supaya kamu melihat risiko kenaikan sejak awal.

Berapa Cicilan yang Sanggup Anda Bayar

Bank menilai kemampuan bayar dari rasio cicilan terhadap penghasilan. Patokan umum untuk KPR komersial, total cicilan KPR ditambah cicilan berjalan lain berada di kisaran sepertiga sampai 40% dari penghasilan bersih bulanan. Angka pastinya tergantung kebijakan tiap bank dan profil risiko nasabah.

Cara menghitung batas aman versi kamu sendiri cukup sederhana. Ambil penghasilan bersih bulanan, kurangi cicilan yang sudah berjalan, lalu kalikan sekitar 33% sebagai batas awal. Hasilnya jadi plafon kasar untuk cicilan KPR.

Contoh, gaji bersih Rp10 juta dengan cicilan motor Rp1,5 juta. Sisa penghasilan yang dinilai bank sekitar Rp8,5 juta setelah cicilan motor diperhitungkan dalam rasio, atau bank langsung menghitung total cicilan terhadap Rp10 juta. Dengan patokan 33%, kemampuan cicilan total sekitar Rp3,3 juta. Karena sudah ada Rp1,5 juta cicilan motor, ruang untuk cicilan KPR tinggal sekitar Rp1,8 juta. Jika bank memakai batas 40%, ruangnya sedikit lebih longgar tapi tetap dihitung dari total cicilan.

Uji kemampuan dengan cicilan skenario floating, bukan hanya cicilan fixed 1 sampai 3 tahun pertama. Kalau anggaran hanya pas untuk cicilan fixed awal, kenaikan floating 2 sampai 3% saja sudah bisa mendorong rasio di atas batas dan mengganggu cash flow.

Bagaimana Suku Bunga Floating KPR Bekerja dan Simulasi Cicilannya

KPR komersial umumnya dijual dengan struktur fixed di awal lalu floating. Variasinya bisa fixed 1 sampai 5 tahun lalu floating, fixed dengan cap atau batas atas, atau floating sejak awal tanpa periode fixed. Semua detail periode, besaran bunga tiap fase, dan adanya cap tertulis di Perjanjian Kredit.

Saat masuk fase floating, bunga mengikuti biaya dana bank. Biaya dana bank bergerak dipengaruhi kondisi pasar dan kebijakan suku bunga acuan BI-Rate. Untuk arah BI-Rate terbaru, cek kanal resmi Bank Indonesia.

Trade off yang sering terlewat, fixed yang lebih panjang biasanya ditukar dengan bunga fixed awal yang lebih tinggi. Bank mengunci risiko lebih lama, nasabah membayar premi bunga di awal untuk kepastian cicilan.

Tabel di bawah memakai rumus anuitas standar, asumsi pinjaman Rp500.000.000 tenor 20 tahun atau 240 bulan. Angka dibulatkan dan berlaku pada saat tulisan dibuat. Minta simulasi terbaru ke bank dengan tenor dan plafon yang kamu ajukan sebelum memutuskan.

Bunga Cicilan per bulan Selisih dari baris pertama
6% Rp3.582.000 Rp0
8% Rp4.182.000 Rp600.000
11% Rp5.160.000 Rp1.578.000
13% Rp5.855.000 Rp2.273.000

Lonjakan 3 sampai 5% dari posisi fixed rendah ke floating tinggi menambah sekitar Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta per bulan untuk pinjaman dan tenor di atas. Pada contoh ini naik dari 8% ke 11% saja menambah sekitar Rp978 ribu, naik dari 6% ke 11% menambah sekitar Rp1,58 juta. Itulah risiko yang harus diuji di anggaran bulanan, bukan dilihat sebagai angka brosur.

Biaya di Luar Cicilan

Cicilan bukan satu-satunya komponen biaya. Di awal ada provisi sebagai biaya atas persetujuan kredit, biaya appraisal atau taksasi agunan, biaya notaris untuk Akta Jual Beli, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB, serta biaya balik nama SHM atau SHGB. Besaran BPHTB mengikuti ketentuan daerah dan nilai transaksi.

Biaya rutin yang sering dibundel dalam cicilan adalah premi asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran. Premi ini bisa dibayar tahunan atau dibebankan bulanan bersama angsuran.

Mana yang bayar di muka dan mana yang bisa dibiayai ke plafon tergantung kebijakan bank dan kesepakatan dengan developer. Provisi dan appraisal umumnya bayar di muka, BPHTB dan biaya notaris juga umumnya tunai di muka, sementara premi asuransi tertentu pada beberapa produk bisa diangsur atau dicover ke pinjaman. Selalu minta perlakuan tiap biaya tertulis terpisah.

Sebagai kisaran umum saat tulisan dibuat, total biaya awal di luar uang muka sering berada di kisaran 3 sampai 6% dari plafon untuk KPR komersial, belum termasuk BPHTB yang porsinya terpisah. Kisaran ini bukan patokan baku, wajib minta rincian tertulis dari bank sebelum akad termasuk komponen mana yang masuk plafon dan mana yang tidak.

Yang Sering Membuat Pengajuan Ditolak

SLIK OJK jadi filter pertama. Bank melihat skor dan riwayat keterlambatan, frekuensi telat bayar, dan kredit yang pernah direstrukturisasi. Kamu bisa cek SLIK milik sendiri secara mandiri lewat layanan iDebKu OJK dengan registrasi dan verifikasi data sesuai petunjuk resmi OJK.

Rasio cicilan terhadap penghasilan yang melebihi batas bank menjadi penolakan paling sering. Penghasilan sudah cukup tapi cicilan kartu kredit, paylater, dan cicilan kendaraan membuat total rasio melebihi sepertiga sampai 40%.

Dokumen agunan bermasalah juga menghentikan proses. SHM atau SHGB belum pecah, belum balik nama, IMB atau PBG tidak sesuai peruntukan, atau nilai taksasi bank jauh di bawah harga jual sehingga plafon yang disetujui tidak menutup harga rumah.

Faktor lain adalah masa kerja kurang dari 1 sampai 2 tahun, status masih kontrak tanpa perpanjangan jelas, dan usia saat kredit lunas melebihi batas maksimal bank. Bank menghitung usia lunas, bukan usia saat mengajukan, jadi tenor panjang untuk usia di atas 40 tahun sering terpangkas.

Sisi yang Jarang Disebut

Jika perjanjian tidak mencantumkan cap, floating bisa naik tanpa batas atas. Cicilan yang awalnya muat di anggaran bisa melewati kemampuan setelah 2 sampai 3 tahun berjalan.

Pelunasan dipercepat selama masa fixed masih berlaku biasanya kena penalti. Besarannya tertulis di Perjanjian Kredit dan sering dihitung proporsional dari sisa pokok.

Konsekuensi telat bayar berjalan berlapis. Denda harian atas tunggakan, pencatatan keterlambatan di SLIK OJK yang memengaruhi pengajuan kredit berikutnya, hingga eksekusi agunan sesuai klausul perjanjian jika gagal bayar berlanjut.

Bedakan dengan KPR subsidi FLPP. Skema FLPP bunganya tetap selama tenor, tenor dan batasnya ditetapkan pemerintah, serta hanya untuk kriteria rumah dan penghasilan tertentu. Untuk batas penghasilan, harga rumah, dan tenor FLPP terbaru, cek pengumuman resmi Kementerian PUPR dan bank penyalur FLPP. Jangan menyamakan simulasi KPR komersial di atas dengan KPR subsidi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan suku bunga floating KPR mulai berlaku? Setelah periode fixed habis sesuai tanggal di Perjanjian Kredit, bulan berikutnya cicilan dihitung dengan bunga floating yang berlaku saat itu.

Apakah bisa menolak floating dan tetap di fixed? Bisa dengan mengajukan perpanjangan fixed atau take over ke bank lain, keduanya ada biaya, bisa ada penalti pelunasan di bank lama, dan persetujuan tergantung kebijakan bank baru.

Apakah KPR subsidi juga kena floating? Tidak. KPR FLPP beda skema dengan KPR komersial, bunga dan tenor diatur pemerintah dan tidak mengikuti floating pasar.

Ke mana tanya angka terbaru? Minta simulasi resmi terbaru langsung ke bank penyalur dengan menyebut plafon, tenor, dan struktur fixed dan floating yang kamu inginkan, lalu bandingkan total biaya bukan hanya bunga tahun pertama.