Bank tidak akan memproses pelunasan KPR hanya dari telepon atau permintaan lisan di teller. Anda perlu mengajukan surat permohonan pelunasan, baik untuk melunasi sebagian, melunasi seluruhnya sebelum tenor habis, maupun sebagai syarat awal saat mau pindah KPR ke bank lain. Surat ini terlihat sepele, tapi kesalahan kecil di dalamnya, seperti tanggal yang tidak sinkron dengan tanggal transfer, bisa membuat bank menghitung ulang dari awal dan menunda proses beberapa hari.
Kapan Surat Ini Dibutuhkan
Ada dua situasi yang sering tertukar. Pelunasan dipercepat berarti Anda membayar sisa pokok sebelum jadwal kredit selesai, biasanya karena ada dana lebih atau ingin refinancing. Pelunasan normal terjadi otomatis di akhir tenor, saat cicilan terakhir sudah dibayar sesuai jadwal, dan biasanya bank sudah punya catatan sendiri tanpa perlu surat khusus.
Surat permohonan pelunasan juga jadi dokumen pembuka saat Anda mau take over KPR ke bank lain. Bank baru butuh angka pasti dari bank lama sebelum menghitung dana talangan, dan angka itu hanya keluar setelah bank lama menerima permohonan resmi.
Sebagian bank, terutama bank besar, punya formulir standar sendiri yang tinggal diisi di cabang. Surat manual buatan sendiri baru diperlukan kalau formulir itu tidak tersedia, atau untuk melengkapi permohonan dengan detail yang tidak tertampung di formulir baku.
Isi yang Wajib Ada dalam Surat Permohonan Pelunasan KPR
- Data pemohon lengkap, nomor rekening atau nomor kontrak KPR, dan alamat agunan sesuai sertifikat.
- Pernyataan yang jelas: apakah Anda melunasi sebagian sisa pinjaman atau seluruhnya.
- Tanggal rencana pelunasan. Ini bukan basa-basi, karena bank menghitung outstanding pokok dan bunga berjalan sampai tanggal itu, bukan sampai tanggal surat dibuat. Kalau dana baru masuk beberapa hari setelah tanggal yang Anda tulis, bank akan mengoreksi ulang perhitungannya.
- Permintaan rincian perhitungan pelunasan secara tertulis sebelum dana ditransfer. Ini penting supaya tidak ada selisih angka saat Anda benar-benar membayar.
Dokumen Pendukung yang Harus Dilampirkan
- Fotokopi KTP dan buku tabungan angsuran.
- Salinan perjanjian kredit KPR.
- Bukti setoran angsuran terakhir, untuk menghindari selisih pencatatan tunggakan yang membuat proses tertunda.
Untuk pelunasan lewat skema take over, surat ini biasanya diminta bank baru sebagai dasar menghitung dana talangan yang akan mereka cairkan ke bank lama Anda.
Proses Setelah Surat Diajukan
Bank menerbitkan surat perhitungan pelunasan, dokumen resmi berisi angka pasti yang harus dibayar. Surat ini biasanya berlaku hanya beberapa hari kerja, jadi tanyakan kepastian masa berlakunya saat menerimanya, supaya transfer dana tidak molor dari jadwal.
Setelah dana masuk penuh sesuai angka di surat perhitungan, bank menerbitkan surat keterangan lunas dan mengembalikan sertifikat asli, SHM atau SHGB, yang selama ini ditahan sebagai jaminan.
Yang sering luput: proses roya di kantor pertanahan, yaitu menghapus catatan hak tanggungan atas nama bank di sertifikat, dilakukan terpisah dari bank. Ini urusan Anda sendiri atau lewat notaris, dan bukan hal yang otomatis selesai bersamaan dengan pelunasan. Banyak nasabah baru mengurusnya berbulan-bulan kemudian, kadang baru teringat saat sertifikat mau dijual atau dijadikan agunan lagi.
Biaya yang Bisa Muncul Saat Pelunasan Dipercepat
Penalti pelunasan dipercepat lazim berkisar 1 sampai 3 persen dari sisa pokok, sebagai kisaran umum yang berlaku saat tulisan ini dibuat. Penalti ini biasanya hanya berlaku kalau Anda melunasi masih dalam periode bunga fixed atau belum melewati minimal masa kredit yang disepakati di akad. Cek klausul ini di perjanjian kredit Anda, bukan menebak-nebak.
Biaya penerbitan surat lunas dan biaya roya di kantor pertanahan biasanya di luar penalti tersebut, dan besarannya berbeda antar kantor pertanahan setempat. Minta rincian tertulis semua komponen biaya ini ke bank sebelum tanggal pelunasan disepakati, supaya tidak kaget saat hari H.
Kesalahan yang Sering Membuat Pengajuan Tertunda
- Tanggal pelunasan di surat tidak sinkron dengan tanggal transfer dana yang sebenarnya, memaksa bank menghitung ulang outstanding dan bunga berjalan.
- Tidak melampirkan bukti setoran terakhir, sehingga bank harus mengklarifikasi dulu apakah ada tunggakan sebelum menerbitkan perhitungan pelunasan.
- Mengira surat permohonan otomatis menghentikan bunga berjalan. Padahal bunga tetap dihitung sampai dana benar-benar diterima bank, bukan sejak tanggal surat diajukan.
FAQ
Apakah surat ini bisa diajukan lewat email?
Tergantung kebijakan masing-masing bank. Beberapa menerima pengajuan awal lewat email atau aplikasi, tapi tanda tangan basah tetap diminta saat pencairan. Tanyakan langsung ke customer service cabang tempat KPR Anda terdaftar.
Berapa lama surat perhitungan pelunasan berlaku?
Umumnya terbatas beberapa hari kerja saja. Kalau transfer dana molor dari batas itu, bank akan menghitung ulang dan menerbitkan surat baru dengan angka yang mungkin berbeda.
Apakah sertifikat langsung bisa diambil setelah lunas?
Biasanya ya, begitu surat keterangan lunas terbit. Tapi proses roya ke kantor pertanahan untuk menghapus catatan hak tanggungan tetap harus diurus terpisah, dan tidak selesai otomatis bersamaan dengan pengambilan sertifikat.

