cara menentukan dp rumah yang ideal untuk pemula

Cara Menentukan DP Rumah yang Ideal untuk Pemula

Kalkulatorkpr.id – Cara menentukan DP rumah yang ideal wajib diketahui oleh Anda yang ingin membeli rumah dengan cicilan yang aman, nyaman, dan stabil. Pembelian rumah merupakan keputusan besar dalam hidup yang dampaknya bisa dirasakan sampai generasi selanjutnya. Penentuan DP rumah memang hal yang tricky.

Besar dan kecilnya DP akan berdampak pada cicilan bulanan, tenor, dan kondisi keuangan harian Anda. Diperlukan perhitungan yang matang dan visi yang jelas untuk menentukan DP rumah yang ideal. Ketahui cara menghitung DP rumah dan tips cara menentukan DP rumah yang ideal untuk Anda di sini.

Ketentuan DP Rumah

DP atau down payment adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan ke penjual ketika membeli rumah. DP hanya dibayarkan sekali saja dan jumlahnya sebagian dari total harga rumah yang dibeli. Pihak bank dan pengembang adalah otoritas yang menentukan besaran persentase DP rumah yang ditawarkan.

Pada umumnya, DP rumah berkisar antara 15-30% dari harga total rumah. Misalnya, Anda ingin membeli rumah seharga Rp 500 juta, maka DP terkecil yang wajib Anda setorkan adalah Rp 75 juta, sedangkan DP terbesarnya adalah Rp 150 juta. Pembayaran DP kecil dan besar ditentukan oleh kesepakatan.

Artinya, pihak penjual dan Anda selaku pembeli bersepakat menentukan DP pembelian rumah. Opsi untuk mengatur DP ini tidak selalu bebas atau sama antara satu penjual dengan penjual lainnya. Ada aturan umum tentang penentuan DP, yakni, semakin besar DP, semakin kecil cicilannya, begitu pun sebaliknya.

Tips Cara Menentukan DP Rumah yang Ideal

Berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk menentukan DP rumah yang ideal untuk Anda.

1. Ketahui Kondisi Keuangan Pribadi

Ini mungkin terdengar “meremehkan”, apakah Anda mengetahui kondisi keuangan Anda yang sebenarnya? Pertanyaan tersebut penting karena faktanya banyak orang tidak benar-benar mengetahui kondisi keuangan pribadi mereka. Banyak orang mengabaikan banyak aspek dalam keuangan pribadi.

Untuk mengetahuinya dengan baik, hitung dengan baik total penghasilan bulanan (utama dan sampingan), pengeluaran rutin (total), kewajiban (kartu kredit, pinjaman, cicilan motor/mobil), dana darurat, tabungan, dan investasi (jika ada). Cicilan rumah pada umumnya tidak melebihi 30-35% dari penghasilan bulanan.

Batas tersebut harus dipahami dengan baik karena akan menuntun Anda untuk menentukan keputusan terbaik. Setelah menghitung semuanya dan mengetahui betul kondisi keuangan pribadi, Anda dapat menentukan DP yang sesuai. DP tersebut harus membuat cicilan yang dibayarkan aman sepenuhnya.

2. Dana Darurat Tidak untuk DP

Cara menentukan DP rumah yang ideal selanjutnya adalah tidak “menyentuh” dana darurat. Sangat dianjurkan untuk tidak sama sekali menggunakan dana tabungan dan dana darurat untuk membayar DP besar. Dana darurat krusial untuk menghadapi kondisi tidak terduga seperti PHK, kecelakaan, dan sakit.

3. Hati-Hati dengan DP Kecil

Hati-hati dengan DP kecil karena DP kecil bukan DP yang ideal, melainkan “pancingan” agar Anda segera mengambil keputusan. DP kecil, misalnya sebesar 10%, membuat cicilan menjadi lebih besar, total bunga KPR menjadi jauh lebih tinggi, dan risiko keuangan lebih besar jika penghasilan bulanan terganggu.

DP terbaik adalah DP yang seimbang antara kenyamanan cicilan dan keamanan keuangan Anda dan keluarga. DP di kisaran 20-30% umumnya dianggap sebagai kisaran optimal karena cicilan menjadi lebih ringan. Selain lebih ringan, biasanya dengan kisaran tersebut tabungan dan dana darurat tidak terganggu.

4. Lakukan Simulasi dengan Baik

Manfaatkan kalkulator KPR dan lakukan simulasi cicilan beserta DP dengan baik. Gunakan skenario DP 10%, 20%, dan 30% kemudian bandingkan cicilan bulanan, total bunga, dan dampaknya terhadap arus keuangan Anda. Perbandingan tersebut akan menuntun Anda pada penentuan DP rumah yang tepat.

5. Pertimbangkan Usia dan Masa Depan

Mempertimbangkan usia dan fase hidup di masa depan merupakan cara menentukan DP rumah yang ideal yang jangan sampai diabaikan. Usia ketika mengambil rumah ternyata berdampak pada DP yang akan Anda pilih. Anda yang berusia muda atau sekitar 20-30 tahun bisa memilih DP tidak terlalu tinggi.

Anda yang berusia 35 tahun ke atas bisa memilih DP yang lebih besar untuk mengurangi bunga dan mempercepat pelunasan. Perhatikan juga fase hidup, seperti pernikahan, kelahiran, memasukkan anak ke perguruan tinggi, dll. DP rumah yang Anda pilih harus menunjang rencana jangka panjang Anda.

6. Hitung Biaya Administrasi

Jangan lupa, pembelian rumah selalu diiringi dengan biaya administrasi berupa biaya notaris, biaya administrasi KPR, asuransi, dan tentunya pajak. Ketika Anda membeli rumah ideal untuk 4 orang atau 2 orang, Anda akan dihadapkan pada biaya tersebut yang sayangnya sering luput dari perhatian.

Biaya-biaya yang telah disebutkan umumnya mencapai  5-10% dari total harga rumah. Pastikan Anda sudah menghitungnya agar DP rumah tidak mengorbankan biaya tersebut. Pada banyak kasus, orang lupa menghitungnya sehingga harus mengorbankan anggaran darurat atau berutang untuk melunasinya.

7. Optimalkan Tabungan DP

Biasanya orang menabung khusus untuk mengumpulkan DP rumah idaman mereka. Pastikan tabungan DP rumah Anda memiliki target yang jelas dan alur yang terstruktur. Jangan sampai menabung untuk DP yang jumlahnya tidak diketahui atau tanpa batas sehingga tingkat kepastiannya menjadi tidak jelas.

Sebelum menabung, tentukan target DP, tentukan jangka waktunya (misalkan 2-5 tahun), sisihkan dana secara berkala, dan simpan di platform yang aman. Dengan perencanaan yang matang dan target DP yang lebih jelas, tabungan DP Anda akan optimal. Selain itu tabungan tersebut siap menghadapi perubahan.

8. Sikapi Promo dengan Bijak

Tips cara menentukan DP rumah yang ideal terakhir adalah sikapi promo dengan bijaksana. Pengembang dan bank pada umumnya menawarkan program dan promo kredit rumah pada periode tertentu. Anda harus melihat promo tersebut sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

Promo kredit rumah ada yang menyertakan DRP ringan, bahkan sampai DP 0%. Ketika melihat promo tersebut, perhatikan suku bunga setelah promo, biaya tersembunyi, dan skema cicilan jangka panjang. Jangan sampai memilih promo yang menyebabkan Anda membayar cicilan berat di kemudian hari.

Keuntungan DP Besar dan DP Kecil

DP besar maupun DP kecil memberikan keuntungan berbeda yang nilai keuntungannya akan tergantung pada visi dan kemampuan Anda. Untuk mendapatkan lebih banyak masukkan dalam menentukan DP rumah yang tepat, Anda bisa menyimak ulasan singkat keuntungan DP besar dan DP kecil berikut ini.

1. Keuntungan DP Rumah Besar

  • Cicilan menjadi lebih ringan dengan beban bunga yang juga berkurang.
  • Pelunasan menjadi lebih cepat dilakukan sehingga mengurangi beban ekonomi dengan cepat.
  • Pengajuan KPR lebih mudah disetujui karena pihak bank umumnya mendahulukan pengaju yang berani mengambil rumah dengan DP besar.

2. Keuntungan DP Rumah Kecil

  • Rumah cepat didapatkan karena Anda tidak memerlukan DP besar yang memerlukan waktu lama untuk dikumpulkan.
  • Anggaran kehidupan yang lebih lega karena DP besar bisa memakan banyak tabungan dan termasuk dana darurat.
  • Memiliki cukup uang untuk menabung dan membiayai kehidupan harian yang lebih berkualitas.

Setelah mengetahui cara menentukan DP rumah yang ideal dan menguntungkan, Anda akan memiliki pertimbangan pemilihan DP yang lebih praktis. Rumah adalah aset jangka panjang. Ingat, DP rumah ideal adalah yang masuk akal, tidak mengorbankan kualitas hidup, dan didesain untuk menghadapi perubahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *