Kalkulatorkpr.id – Cara memilih tenor KPR yang tepat merupakan pengetahuan yang wajib dimiliki oleh Anda yang sedang mencari rumah idaman. Sayangnya, harga properti tidak menandakan akan adanya penurunan. Oleh karena itu, pemilihan tenor KPR yang tidak membangkrutkan merupakan periode yang krusial.
Pengajuan KPR tidak hanya tentang kemampuan membayar uang muka (DP), tetapi juga tentang menentukan tenor atau jangka waktu pembayaran cicilan. Salah dalam memilih tenor KPR dapat berdampak pada keamanan ekonomi Anda. Mari ketahui cara menentukan tenor KPT yang tepat di sini.
Tentang Tenor KPR
Tenor KPR adalah rentang waktu pelunasan pinjaman rumah kepada pemberi pinjaman, spesifiknya bank. Tenor KPR paling lama adalah 30 tahun sedangkan paling cepat adalah 5 tahun. Tenor KPR menentukan berapa cicilan bulanan yang harus Anda bayar dan total bunga yang harus dibayar selama masa cicilan.
KPR tenor panjang atau pendek berpengaruh kepada besaran cicilan dan total bunga yang dibayar. Berlaku hukum kebalikan di mana tenor pendek menjamin bunga yang rendah, sedangkan tenor panjang menjamin bunga yang tinggi. Hukum tersebut merupakan ketetapan yang tidak bisa diganggu gugat.
Dua pilihan tersebut sah, tidak ada yang lebih baik atau yang lebih buruk. Baik dan buruknya sangat ditentukan oleh kemampuan ekonomi pengambil cicilan. Kegagalan dalam pembayaran KPR dapat berdampak pada gagal bayar atau kredit macet yang bisa mengantarkan Anda ke jurang kebangkrutan.
Panduan Cara Memilih Tenor KPR yang Tepat
Untuk menghindari kebangkrutan dan kesulitan ekonomi karena gagal bayar KPR, Anda perlu menerapkan prinsip-prinsip atau sikap tertentu. Dengan menerapkan cara memilih tenor yang benar, jumlah uang yang Anda bayarkan untuk melunasi KPR sesuai dengan kualitas hunian idaman yang Anda dapatkan.
Berikut panduan memilih tenor KPR yang tepat agar tidak gagal bayar.
1. Sesuai Penghasilan
Nasehat ini terdengar klise, tetapi justru nasehan ini lah yang terpenting. Sesuaikan tenor KPR yang akan Anda ambil dengan penghasilan bulanan yang Anda dapatkan. Ada aturan umum yang berlaku untuk hal ini, yakni cicilan KPR yang Anda pilih maksimal sebesar 30-40% dari penghasilan bulanan.
Apabila penghasilan bulanan sebesar Rp 10 juta, maka cicilan KPR idealnya tidak lebih dari Rp 3-4 juta. Hitung dengan kejujuran tinggi berapa penghasilan bulanan, pengeluaran bulanan, dan kewajiban lain. Tenor KPR terbaik adalah yang menyisakan ruang untuk hidup layak, menabung, dan anggaran darurat.
2. Perhatikan Usia
Tips cara memilih tenor KPR yang tepat selanjutnya adalah perhatikan usia Anda. Anda yang berusia 20-30 tahun bisa mengambil tenor panjang, sedangkan yang berusia 3-45 tahun sebaiknya mengambil tenor yang berakhir sebelum masa pensiun. Yang mendekati pensiun, sebaiknya ambil tenor yang pendek.
Ada banyak hal yang akan terjadi ketika usia Anda bertambah dan memasuki fase hidup baru, seperti usia paruh baya dan masa pensiun. Jangan sampai cicilan KPR Anda belum lunas sementara produktivitas Anda sudah menurun. Lebih buruk lagi, jika cicilan KPR belum lunas, sementara Anda sudah pensiun.
3. Antisipasi Perubahan Penghasilan
Kita sedang tidak membicarakan perubahan penghasilan dari yang rendah menjadi tinggi karena promosi berkali-kali dalam periode yang singkat, bisnis yang tiba-tiba booming, atau menang lotre mendadak. Perubahan penghasilan yang dibicarakan adalah perubahan penghasilan bertahap yang terukur.
Anda harus memiliki prediksi kenaikan gaji sesuai dengan pekerjaan dan bidang bisnis yang ditekuni. Karyawan umumnya memiliki kenaikan gaji yang lebih terukur sehingga mengambil tenor pendek atau menengah merupakan hal rasional. Pengusaha bisa mengambil tenor panjang karena lebih aman.
4. Hitung Bunga dengan Baik
Tidak mengabaikan bunga adalah salah satu tips cara memilih tenor KPR yang tepat yang kerap diabaikan. Karena terpaku pada hukum tenor panjang bunga kecil, tenor pendek bunga besar, banyak orang mengabaikan total bunga KPR yang harus dibayar. Hati-hati, bunga tenor panjang bisa sangat tinggi.
Hitung dengan baik dan lakukan perbandingan berapa total bunga yang dibayarkan pada setiap pilihan tenor. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan selisih bunga yang diambil merupakan selisih bunga yang pantas. Jika dirasa kurang pantas, maka tenor KPR yang pendek bisa jadi hal yang menguntungkan.
5. Pikirkan Rencana Masa Depan
10 sampai 15 tahun masih menjadi tenor KPR yang paling banyak diambil. Cara memilih KPR yang tepat harus mempertimbangkan apa yang terjadi pada periode tersebut. Selama 10-15 tahun periode KPR, Anda mungkin akan menikah, memiliki anak dan membayar biaya pendidikan mereka, dan bahkan sakit.
Karena KPR merupakan komitmen jangka panjang, maka Anda harus memikirkan rencana masa depan dan menyesuaikannya dengan tenor KPR yang akan Anda ambil. Tenor KPR yang tepat adalah tenor KPR yang membuat Anda tidak mengorbankan rencana besar yang berdampak pada kebahagiaan keluarga.
6. Coba Simulasi KPR
Tidak ada yang meragukan kemampuan menghitung Anda, tetapi tidak ada salahnya mencoba simulasi KPR yang disediakan pihak bank. Zaman sekarang, bank penyedia KPR menyediakan simulasi KPR yang bisa diakses secara daring. Ada banyak keuntungan jika Anda memanfaat simulasi KPR tersebut.
Keuntungannya adalah dapat membandingkan langsung cicilan berdasarkan tenor, melihat total bunga, dan mencoba berbagai skenario cicilan. Simulasi KPR menyediakan perhitungan yang akurat dan nyata. Dengan demikian, Anda dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih rasional dan objektif.
7. Konsultasi dengan Ahli
Tips cara memilih tenor KPR yang tepat selanjutnya adalah berkonsultasi dengan ahli, baik yang berasal maupun dari luar bank. Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan properti dan perencana keuangan. Mereka memiliki keahlian untuk menghitung risiko dan memberi gambaran jelas mengenai tenor KPR.
Selain itu, rekomendasi yang mereka berikan juga objektif karena didasarkan pada kemampuan finansial Anda dan probabilitas yang terukur. Anda juga bisa menggali pengalaman KPR teman dan keluarga untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa kendala yang mereka dapatkan dalam proses pelunasan cicilan.
8. Manfaatkan Percepatan Pelunasan
Opsi percepatan pelunasan memang tidak disediakan oleh semua bank yang mendanai KPR. Apabila Anda melihatnya ketika akan mengambil rumah KPR maka Anda harus mempelajarinya dengan baik. Opsi ini dapat menghemat bunga selama biaya penalti yang dibayar masuk akal dan tidak merugikan.
Percepatan pelunasan umumnya diambil oleh Anda yang mengambil tenor panjang dengan maksud mengurangi biaya cicilan. Dalam perjalanan, Anda mendapatkan kenaikan penghasilan atau memiliki kesediaan untuk segera melunasi cicilan. Jika menguntungkan, jangan ragu untuk memanfaatkannya.
9. Cari Aman Itu Baik
Menentukan bunga KPR bukan kompetisi di mana Anda dipaksa untuk memilih tenor yang terlihat paling menguntungkan sehingga Anda merasa menang ketika memilihnya. Berat sekali jika Anda nantinya harus mengeluarkan banyak uang dan terutama bunganya untuk rumah yang nilainya tidak sebanding.
Demi keamanan dan kenyamanan Anda dan keluarga, pilih tenor yang sepenuhnya tidak membangkrutkan. Lebih baik cari aman dengan memilih tenor yang bisa dilunasi dengan persentase yang pantas dari penghasilan bulanan. Jangan sampai anggaran untuk keluarga dikorbankan untuk KPR.
Setelah mengetahui cara memilih tenor KPR yang tepat untuk menghindari gagal bayar, Anda akan mampu menemukan keseimbangan yang tepat antara besar cicilan dan tenor. Keseimbangan tersebut membuat Anda mampu membuat keputusan pengambilan tenor KPR ideal yang tidak mebangkrutkan.

